Postingan

Menampilkan postingan dengan label Random

Pergi

Pelaut sudah pulang Membawa semua yang sanggup dia bawa pulang Ada sesal di dadanya Ada takut di parasnya Pelaut sudah pulang Kehidupannya terus berjalan Membawakan cerita-cerita menyenangkan dari benua seberang Mengisahkan suka cita dari paman sam Pelaut sudah pulang Kini di dadanya penuh bahagia Di parasnya semua baik-baik saja Aku masih selalu tersenyum Tapi senyum ini bukan untuknya Lalu pelaut itu pergi Menemui pelabuhannya yang baru Pergi

Mengapa

Gambar

Aku

Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku salah. Aku aneh, aku...

Aku

Aku aneh. Ehehe suka deh :3 Aku memutuskan buat nggak bakal benci sama orang, apapun itu. Hatiku terlalu berharga buat menyimpan rasa benci. Tapi namanya juga hidup, nggak mungkin mulus-mulus banget. Makanya dari dulu kalo aku ada masalah sama orang, aku selesaiin masalahku semaksimalku, kalo aku yang salah aku minta maaf, klarifikasi ini itu. Habis itu selesai. Ada yang langsung baikan. Ada yang masih marah, jelek-jelekin aku, dst. Dan yang aku lakuin biasa aja? Nggak ngerasa ke-PD-an walau disindir sindir di sosial media atau dimanapun. Nggak peka? Ahahaha bukan peka ma namanya, tapi sensitif. Aku akan memposisikan diriku jadi biasa aja, tetep nyapa mereka, ya kayak nggak ada apa-apa. Kalo mereka kelewatan, biasanya aku akan memposisikan diriku nggak kenal sama mereka, eh bukan nggak kenal deng, tapi aku anggep bukan siapa siapa. Jadi kalo ketemu tetep nyapa, tapi sebagai orang asing yang menunjukkan manner baik. Dan kebanyakan orang-orang yang awalnya marah sama aku terus ...

Facebook

Aku kira udah nggak ada yang make facebook buat update. Tapi temen-temen SD sama SMP masih banyak yang make. Guru-guru, kakak kelas SMP. Hm... Facebook buat promosi. Dan kalo pas aku buka, baca-baca news feed tau apa kabar mereka, gimana mereka, lagi apa mereka, sekarang. Karena sekarang beda sama dulu. Aku di sini, dengan dunia yang .... Yang ....

Aku Terima

Iya kok, maaf. Lagi berusaha berproses jadi lebih baik. Tapi, sesempurnakah kamu? Kalian? Terimakasih sudah peduli dan mengingat :"

Pilihan

Saran dan pendapat dari orang lain itu bagus, buat kita jadi terbuka dan nggak keras kepala. Tapi nggak semua saran bisa diambil dan langsung diamalkan, harus milah-milah mana yang baik dan bener-bener baik :) Soalnya kalo semua saran dan pendapatan diamalkan, nanti jadinya nggak punya pendirian. Bolehkan aku milih jalanku sendiri. Walau orang-orang akan mikir aku minoritas. Aneh. Bahkan idiot. Yang utama aku tetap di jalan-Nya. Bukan jalan yang haram. Baiklah, kalo kita mau ke sawah pake baju compang camping bukan dress. Menyesuaikan diri. Itu buat pribadi yang kurang baik supaya lebih baik lewat lingkungan. Tapi lingkungan nggak mungkin sempurna, jadi pribadi itu juga harus mewarnai lingkungannya dengan hal-hal baik yang dia punya :") Saling melengkapi. Jelas boleh lah aku memilih jalanku sendiri, asal tetap di jalan-Nya, hidup ini :)) sederhana dan penuh kebahagiaan jika di jalan-Nya. Karena aku kadang suka merasa, melangkah terlalu jauh dalam lingkup yang menuntut kepeduli...

Aku Nggak Seberapa

Karena apa yang aku rasain nggak seberapa sama mereka di luar sana dan di sekitarku Lebih ribet Lebih berat Lebih stress Lebih capek Lebih nguras tenaga Lebih melelahkan Lebih bikin muak Lebih menyesakkan Lebih lebih yang aku nggak bisa bayangain Apa yang aku rasain bukan apa apa Hidupku terlalu sia sia kalau ngvak aku syukuri sama dijalani penuh suka cita ❤❤❤❤❤❤❤

Koneksi

Koneksi internet hinaaa sekaliiiii

Yey

Aku bahagia di jalanku, walaupun aku sendirian.

Monggo

Jadi bahan omongin orang. Mangga. Silahkan :)) Bisa hal baik apa hal buruk. Tapi biasanya kalo ngomongin orang alias gosipin orang itu hal-hal buruk. Hmmmmmm Aku juga udah mati rasa kok. Pamer, sombong, apatis, nggak peduli, telatan, ini itu lah. Tapi aku selalu berusaha buat jadi orang yang lebih baik. Selalu. Aku malah seneng, ternyata masih ada orang yang inget dan peduli sama aku. Walaupun dengan cara itu. Ahahahaayy Karena sempurna di mata orang lain itu mustahil terjadi. Pasti tetep ada yang nggak suka. Secantik apapun dia, seganteng apapun dia. Sepinter apapun dia, sekaya apapun dia, sebaik apapun dia, semultitalent apapun dia, apalagi aku. Aku {} Hidupku terlalu singkat untuk mengurusinya. Hatiku terlalu berharga untuk merasa sakit. Pikiranku terlalu elit untuk memikirkannya. Wkwkwk hinanya aku xD Allah swt {}

Acak Adul

Gambar
Kamar :" Paling pengertian... Jadi saksi bisu kegiatanku.

Ibuk Lagi

Ketika ibuk bilang... Ketoke kok meng kowe sing repot ngurusi.

Aku

Haruskah aku harus hidup seperti itu? Tidak bolehkah aku memilih jalanku sendori walaupun orang bilang itu buruk atau yang lebih sering disebut "tidak menjamin masa depan?" Yang utama dan utama aku tetap di jalan-Nya :)))

Maaf

Kalo aku capek. Kalo aku sedang egois. Di saat aku lupa untuk bercermin pada diriku terlebih dahulu. Aku selalu berusaha ada untuk kalian. Berusaha bukan berarti selalu ada dan siap sedia. Karena aku hanya manusia biasa. Yang kadang lupa. Yang kadang terlalu lelah. Yang punya keterbatasan-keterbatasan. Hanya, kadang aku merasa... Aku selalu berusaha ada untuk kalian, tetapi kenapa kalian tidak berusaha untuk diri kalian sendiri terlebih dahulu? Terlalu lelahkan? Kalian pikir aku tak punya lelah? Terlalu sulitkah? Kalian pikir, aku tak pernah mengalami hal-hal yang namanya sulit? Terlalu malaskah? Lalu haruskah aku menyelesaikan kemalasanmu? Terlalu rumitkah? Apa kalian menganggap semua hal tidak rumit untukku? Terimakasih atas kepercayaan kalian padaku. Memberi amanat padaku. Mengucap terimakasih padaku. Walau kadang tak tersampaikan, karena masih di angan-angan. Orang bilang kita mandiri. Kita hebat. Hidup di zona yang biasa. Tapi di kala itu pula, aku juga merasa kalia...

Menyesakkan

Terus begini. Menyesakkan.

Sampe Kapan?

Butuh waktu buat begini. Harusnya sebulan full. Mungki. Tanpa gangguan sedikitpun. Kalo nggak keluar kota hidupku bakal terus ketarik ke sana. Salahku sih. No. Bukan salah, cuma kurang tepat membawa diri aja. ╥﹏╥

Biasa Aja

Gambar
Hidup itu cuma sekali, itupun sebentar sekali, jadi bahagialah dengan apa yang dijalani. -kata temenku Sama semua yang ada di aku, yang aku hadapi, dan aku selesaikan aku gapapa, capek tu biasa, ya namanya manusia, depresi juga kadang iya tapi juaraaang banget. Kebanyakan aku bawa bahagia aja, santai tapi tetep jalan. Aaakkkk seneng aja lah pokoknya. Kritik sama saran dari orang lain itu penting. Tapi kalo kebanyakan kadang jadi terkesan ikut campur. Kalo ak lagi capek, tanpa mikir ulang aku suka pengen bilang muak denger semua kata orang, kasarnya tu persetan dengan semua itu. Tapi enggak lah~~ I'm not type of that girl. ENGGAK. AHAHAHAA. Dan ibukku selalu kasih tanggapan ketika aku cerita, "Halah biasa wae. Dadak digawe repot." Yes, as always mom. This is my live. Mine. Our live. Ours. Not your live, not yours. Not at all. But, thanks, love you :*

Ketika Pipiku Belum Menggelembung

Gambar
Aaaakkk nemu foto ini pas auto sync facebook, semua foto yang pernah aku upload ke download masuk di HP. Aku foto kayak gini kelas 7 kalo nggak kelas 8 awal. Dulu aku foto kayak gini di garasi rumah *soalnya habis dari pergi* ak selfie timer pake kamera digital yang aku taruh di kursi. wkwk Dulu aku edit foto ini pake photoscape, terus banyak yang nanyain, wkwk. Dulu tu belum banyak yang make/upload foto yang di edit, apalagi camera 360 belum booming apa belum ada kali ya. Ehehehe Ngeri ya mukaku? Makasih lho ._. #DheaCapekBadanGendut

Grup Kelas Line - Terjadi Secara Alamiah

Gambar
Temenku pernah bilang kalo kita orang indonesia tu konsumtif, termasuk di jejaring sosial. Semuanya dipake. Termasuk aku. Di kelasku *sama sekolah jugak* yang paling sering dipake bareng tu grup line. Wuaaahh walopun membernya cuma 16 -soalnya sekelas cuma 19 orang- tapi ramainya puoollllll. Bahkan aku sempat mikir grup line kelasku tu udah kayak jejaring sosial baru, kita update ngepost kegiatan-kegiatan kita di sana. Tulisan iya, foto juga iya, biar lengkap gitu. Bahasan kita macem-macem mulai dari pelajaran *emmm ini yang paling, puaaaliing jarang*, becandaan, masalah-masalah sekolah sama pribadi kayak kita lagi dimana lagi ngapain, minta pendapat ini itu, sampe share-share apa yang mau kita share. Sehari bisa ratusan chat, kayaknya kalo lagi rame banget sehari bisa 500 lebih chat, dari pagi sampe malem. Cara kita komunikasi ya senyamannya kita, kadang kadang kita pake becanda yang mungkin orang lain nganggep keterlaluan, saling bully, saling ejek, ahh gitu lah. Tapi kita nyama...